Bing Maps, Apa Bedanya Dengan Aplikasi Peta Lainnya?

Bing Maps adalah aplikasi peta navigasi keluaran Microsoft. Secara umum, peta ini menampilkan demografi seperti pada aplikasi peta lainnya. Bagi pengguna, kehadirannya dapat memberi alternatif lain dengan fungsi dan tujuan yang sama.

Bing Maps awalnya dikenal sebagai MSN Virtual Earth, duji coba secara beta pada tanggal 24 Juli 2005 oleh Microsoft. Setelah pengembangan lanjutan pada akhirnya peta ini menjadi bagian dari ekosistem Bing dan diluncurkan resmi pada tahun 2009.

Dalam perkembangannya Bing Maps memang tidak segencar Google Maps dan Apple Maps. Namun demikian kehadirannya disambut hangat oleh banyak pihak secara khusus karena platform ini memiliki keunikan dibanding kompetitornya.

Salah satu pihak yang menyambut positif kehadirannya adalah BestParking, aplikasi untuk memudahkan pengguna mendapatkan lahan parkir. Perusahaan berbasis di Amerika Serikat ini menyambut Bing Maps dengan antusias. 

Menurut Ben Sann, CEO dan Founder BestParking, “Pengguna dapat membuka beberapa aplikasi secara bersamaan di Bing Maps untuk membantu perencanaan perjalanan mereka menjadi lebih efisien.”

Sann menambahkan, “Pengguna Bing dapat membuka aplikasi BestParking.com di Bing Maps, yang memungkinkan pengemudi untuk membandingkan harga parkir di berbagai lingkungan di seluruh AS, dan menggunakannya tanpa harus mengunjungi situs web perusahaan.” 

Meski memiliki kesamaan pada aplikasi peta digital lain, ada sejumlah fitur yang dapat dinikmati pengguna. Apa saja?

Namun harus diakui, aplikasi bawaan Microsoft ini jauh kurang populer jika dibandingkan layanan sejenis. 

Bicara popularitas, sebuah aplikasi akan dipilih banyak pengguna jika dianggap cukup mudah dan memiliki banyak fitur fungsional. Kira-kira apa yang menjadi kelemahan Bing Maps sehingga kurang populer di mata pengguna internet?

Pengguna di kota besar sangat bergantung pada kondisi lalu lintas real time. Ini dimungkinkan jika pengguna aktiv aplikasi tersebut cukup banyak. Sebaliknya, jika penggunanya kurang maka data terbaru terkait kepadatan lalu lintas menjadi tidak akurat.

Aplikasi mobilenya kurang mendapat atensi diperkirakan karena tampilan antarmuka yang kurang nyaman bagi pengguna. Atau hal ini bisa juga akibat minimnya promosi sehingga keberadaannya tidak banyak diketahui pengguna.

Microsoft sepertinya lebih cenderung memposisikan Bing Maps sebagai alat untuk perusahaan (enterprise) ketimbang pengguna umum. Ini terlihat dari pengembangan fitur untuk pengguna harian terasa lebih lambat dibandingkan aplikasi sejenis. 

Jika membandingkan dengan aplikasi peta lainnya, maka kebutuhan disesuaikan dengan preferensi pengguna. Jika Anda adalah orang yang suka bepergian jarak jauh maka aplikasi peta seperti Google, Apple Maps atau Waze dapat dipilih.

Sementara jika Anda tipe yang bertransportasi jarak pendek, di dalam kota misalnya, maka mencoba Bing Maps amat disarankan. Dalam arti lain, Bing Maps cocok bagi Anda yang membutuhkan perencanaan perjalanan dengan bantuan visual yang presisi sebelum berangkat. Atau bagi profesional yang mengandalkan integrasi data navigasi ke dalam sistem kerja mereka.

Pada akhirnya, akurasi rute bukan hanya soal siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang memberikan informasi paling relevan untuk perjalanan Anda. Menggunakan kombinasi aplikasi peta sesuai situasi adalah strategi terbaik untuk menaklukkan jalanan. Atau, Anda punya pandangan berbeda mengenai hal ini?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *